Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 03 Juni 2014

Tari-tarian Khas Gorontalo

Tarian Saronde


Tari Saronde adalah tari pergaulan keakraban dalam acara pertunangan. Tari pergaulan keakraban dalam acara resmi pertunangan di Gorontalo. Tarian ini diangkat dari tari adat malam pertunangan pada upacara adat perkawinan daerah Gorontalo. Tarian ini dilakukan di hadapan calon mempelai wanita. Tentu penarinya adalah calon mempelai laki-laki bersama orang tua atau walinya. Ini adalah cara orang Gorontalo menjenguk atau mengintip calon pasangan hidupnya alias pengantin yang akan dipinangnya. 

mulokku.blogspot.com/2010/11/tari-saronde-khas-gorontalo.html 

Tari-tarian Kota Cilegon

Tarian Bandrong Ing Cilegon

13829514851618325086
Tarian selamat datang di Kota Cilegon yang diberi nama tarian Bandrong Ing Cilegon.Tarian selamat datang “Bandrong Ing Cilegon”merupakan sebuah langkah yang sangat baik dalam upaya mempertahankan kesenian tradisional khususnya seni tari tradisi.yang melatar belakangi hal tersebut adalah karena pencak silat aliran bandrong adalah khas pencak silat Banten dan mayoritas 90% peguron pencak silat di Cilegon beraliran bandrong.


Sumber:
www.stafaband.info/download/mp3/lagu_bandrong_ing_cilegon/

Tari-tarian khas Kota Ambon

Tari Saureka-reka


Tari sau reka- reka atau disebut juga tari gaba-gaba. Menggunakan gaba-gaba yang berjumlah 4 buah yang dipukul sebagai alunan musik dalam tari ini, mulai dari tempo yang lambat sampai cepat.
Tarian ini adalah tarian penyambutan para tamu kehormatan pada acara-acara Negeri/Desa di Maluku Tengah.Pada umumnya menggambarkan suasana hati yang gembira dari seluruh masyarakat terhadap kedatangan tamu kehormatan di Negeri/Desa-nya, dan menjadi ungkapan Selamat Datang.
Kombinasi pola lantai dan gerak serta rithem musik lebih memperkuat ungkapan betapa seluruh masyarakat Negeri/Desa setempat merasa sangat senang dengan hadirnya tamu kehormatan di Negeri/Desa mereka.
Tarian ini menggunakan properti “gaba-gaba” (bagian tangkai dari pohon sagu/rumbia sebagai makanan khas rakyat Maluku, dan dalam dialek Maluku disebut “jaga sagu”)

Senin, 02 Juni 2014

Tari-tarian kota Bogor

Tarian rampak kendang



Tari Rampak Gendang adalah Kesenian yang memadukan suara kendang yang dinamis dengan musik gamelan salendro yang bersifat ceria. Pemain kendang terdiri atas 6-15 orang, sedangkan nayaga (pemain gamelan) terdiri atas 7-10 orang. 
Mirip Taiko di jepang yang dimainkan untuk memberi semangat.
  


Tari-tarian Kota Tebing Tinggi


Tari Dulang

Dalam Tari Dulang ini dipakai beberapa gerak klasik Melayu yaitu, duli, sila, rebah dan sila pacak. Tari Dulang diyakini juga untuk memanggil kekuatan gaib dari Lapan Petalo yang bersemayam di alam gaib dengan istilah sebutan Pauh Sijonggi," kisahnya.Dalam tari ini, tiga orang laki-laki yang menari menggunakan dulang (sejenis nampan berkaki), inai, delapan buah piring, enam buah dian atau lilin. Tari ini memang dahulu sangat berbau dengan mistis. Tari Dulang diiringi nyanyian pemujaan terhadap Lapan Petalo bersemanyam di Pauh Sijonggi dan nyanyian pujaan ini disebut "Sinandung Dulang" dengan iringan beberapa musik seperti gendang, bangsi, musik gesek dan alat lainnya.

Tari-tarian Kabupaten Bireuen Bireuen

Tari Rabbani Wahed


 
Tari Rabbani Wahed adalah sebuah seni tari sufi yang berasal dari Samalanga, Bireuen, Aceh. Tarian yang mengajarkan tentang tauhid, agama, serta kekompakan melalui gerakan energik ini diciptakan oleh T. Muhammad Daud Gade. Tarian Sufi yang dimulai dengan mengikuti syair dari tarian Meugrob dan memiliki lebih dari 30 gerakan yang diawali dengan melakukan Rateb du'ek (duduk) dan Ratep deng (berdiri) ini merupakan pengembangan dari tarian Meugrob yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu di Aceh.

id.wikipedia.org/wiki/Tari_Rabbani_Wahed.

Tari-tarian kota langsa

Tarian Ranup Lampuan


Tarian Ranup Lampuan adalah kesenian tari yang berasal dari Nangroe Aceh Darussalam. Tari ini merupakan visualisasi dari salah satu filosofi hidup warga Aceh, yakni menjunjung keramah-tamahan dalam menyambut tamu. Gerakan demi gerakan dalam Ranup Lampuan menggambarkan prosesi memetik, membungkus, dan menghidangkan sirih kepada tamu yang dihormati, sebagaimana kebiasaan menghidangkan sirih kepada tamu yang berlaku dalam adat masyarakat Aceh. Menilik karakteristiknya, atas dasar tersebut, tari ini digolongkan ke dalam jenis tari adat/upacara.

http://kebudayaanindonesia.net/id/culture/861/ranup-lampuan
 

Blogger news

Blogroll

About